Monday, 19 January 2015

Berawal dari obrolan tentang perdebatan, kemudian tentang berprasangka (dzon) baik berarti husnudzon, jelek berarti su'udzan 

 
Terinspirasi dari kertas putih di balik piagam ini. Ketika piagam ini dibalik yang ada hanyalah putih (tak ada tulisan).  Ketika saya tanyakan kepada rekan saya," opo sing mbok delok nda? (apa yang kamu lihat). Ia jawab," iki ono bercak tipak tinta" (ada bercak bekas tinta). Ya setelah di zoom memang kelihatan ada bercak tersebut.


Coba ambil sehelai kertas putih. Letakkan 1 titik hitam di atasnya. Apa yang akan terlihat? Tentu hanya titik hitam tersebut kan? Kenapa tidak lihat bagian yang putih? Sebab kita hanya melihat bagian yang ternoda saja. Begitulah manusia, hanya melihat titik-titik hitam pada diri seseorang saja. Kenapa tidak melihat kebaikannya....???

Sebab manusia hanya tahu melihat kesalahan dan kekhilafan serta kelemahan orang lain, dan tidak melihat kebaikan yang dimiliki orang lain itu. Setiap orang pernah melakukan kesalahan karena tak ada seorang pun yang sempurna. yang muslim mungkin bisa dilihat disini QS Al Hujurat : 12

Padahal putih tadi lebih banyak dibanding titik hitamnya. 


Yang halal lebih banyak dibanding yang haram (kenapa yg haram yg dikejar ?) Kesamaan lebih banyak dibanding perbedaannya (kenapa yg beda dipersoalkan? Kenapa tidak membahas kesamaan dijadikan potensi utk maju bersama?)

Mari mulai hari ini dan seterusnya, kita rubah mindset kita, lihatlah orang lain kelebihannya, lihat diri ini kekuranganya. Bersikaplah untuk selalu Husnuzhon.

Terimakasih mas amu. :)
Inspired dari Jogja di tulis di Nganjuk.

Nganjuk, 19 Januari 2015

3 comments:

  1. Yang lebih mahal banyak hahahaha (malah ngiklan)

    ReplyDelete
  2. Ya, sebisa mungkin menjaga putih itu. :D

    ReplyDelete

terimakasih ^_^