Tuesday, 24 March 2015

Kabupaten Nganjuk sebelah utara terbentang Pegunungan Kendeng yang merupakan pegunungan kapur yang didominasi hutan jati, antara lain di Kecamatan Rejoso, Ngluyu, Gondang, Lengkong dan Jatikalen. Pada saat musim pancaroba antara penghujan dan kemarau seperti ini di hutan jati yang rindang nan sejuk pasti juga banyak sekali populasi belalang kayu di hutan tersebut. Belalang bagi sebagian masyarakat dianggap sebagai hama tanaman.  Nah di sini (Ds. Ngluyu Kec. Ngluyu) dijadikan salah satu atau beberapa penduduk lokal sebagai ladang penghasilan dalam bidang kuliner yakni belalang goring alias “Walang Goreng.”

Awalnya saya berkunjung  dengan beberapa teman di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Ngluyu guna keperluan acara Kelas Inspirasi Nganjuk yang besok dilaksanakan 30 Maret 2015, Bertemu dengan kepala sekolah dan beberapa guru. Nah pulang dari sekolah kami langsung pulang. Di tengah  perjalanan tak sengaja melihat orang sedang menggoreng belalang di samping jalan. Mampirlah kami kesana.

Bapak penjual Walang Goreng di Ds Ngluyu Kec Ngluyu Nganjuk
Sebelum membeli saya sempatkan berbincang-bincang dengan bapaknya yang jualan walang goreng tersebut. Katanya memang lagi musimnya di hutan lagi banyak belalang dan ia sendiri yang mencarinya. Tapi tidak semuanya ia dapat dari hutan Ngluyu ada juga yang ia dapat dari Kecamatan Pace, sebelah selatan Kabupaten Nganjuk tepatnya di lereng Gunung Wilis.

sreng,,, digoreng nda..
Setelah berbincang kita disilahkan untuk icip-icip sama bapaknya dan ternyata enak (menurut teman saya yang baru pertama makan belalang goreng), kalo menurut saya pribadi memang enak karena saya sudah pernah mengkonsumsinya sejak duduk di sekolah dasar, dulu seplastik kecil di jual 500 rupiah.  Setelah itu kami beli satu bungkus, di sana seplastik sekiloan dijual 20.000 rupiah, tidak begitu mahal.

Lumayan banyak loh segini. Berapa ekor saja cobak..
Belalang ternyata tidak kalah bergizi dibandingkan sumber protein lainnya seperti sapi, Seperti yang diungkapkan Pakar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Sulaiman dalam artikel yang saya baca, “belalang merupakan hewan yang memiliki  beragam jenis kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin, asam lemak dan mineral. Kalau dalam belalang yang masih segar kandungan proteinnya sekitar 20 persen, tetapi pada yang kering sekitar 40 persen. Belum kulitnya yang juga mengandung zat klitosan  seperti udang. Tetapi tergantung jenis belalangnya , pada musim-musim tertentu ada  jenis belalang yang kandungan vitaminnya lebih tinggi. Belalang juga dapat memenuhi25-30 persen vitamin A.” Nah sudah tau kan kandungan gizi belalang. Minat untuk mencoba?

krenyes krenyes


Sumber: data pribadi dan (artikel) kompas.com/heath/2012/11/06/06393161/jangan.sepelekan.kandungan.gizi 
foto      : Dokumentasi Pribadi 

8 comments:

  1. lha kok podo karo postingan instagrame Puguh Ben Wicak hahaha..

    AKu mbuh doyan opo ora yaaaa.. Hmm..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan instagram e mas ben wicak mas. Tapi instagram e NganjukKotaBayu. Instagram me mas ben ki bubur sum sum haha

      Delete
  2. Alamatnya di nganjuk mana ya mas itu? Tepatnya... Kebetulan awal juni mau ke nganjuk, sekalian hunting walang goreng ini..hehe
    Matur nuwun infonya..

    ReplyDelete
  3. Alamatnya di nganjuk mana ya mas itu? Tepatnya... Kebetulan awal juni mau ke nganjuk, sekalian hunting walang goreng ini..hehe
    Matur nuwun infonya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ini musiman mbak,,, di Ds Ngluyu Kec Ngluyu Nganjuk kiri jalan dari arah Nganjuk. Deket koramil Ngluyu

      Delete
    2. Pasti kalau tidak pernah, menyatakan jijik, tidak terbiasa makan hewan langka, apa enak ?....sayacoba aja nanti, saya suka travelling..lihat-lihat daerah, sesekali beli makanan,ngopi.

      Delete

terimakasih ^_^