Friday, 6 January 2017

Yogyakarta kota berbudaya, indah dan rapi. Masyarakatnya pun ramah. Dari tahun ke tahun kota ini semakin berbenah dan semakin membuat nyaman para pengunjungnya, khususnya di kawasan malioboro.
Saya sangat senang dengan suasana kawasan malioboro yang sekarang. Lebih tertata dan ramah pejalan kaki. Enak juga buat bersantai-santai dan duduk-duduk.
if: De' Genks Adek Kelasku di kampus, photo byAhmad F Dzaky
Nah seperti itu sekarang, itu tampilan jalan malioboro sekarang, yang sebelumya dipenuhi motor buat tempat parkir. (Btw, Imam dkk. Sorry ya. Imam Sahal dkk tak gawe model di blog ku. soale foto kui sing ketok mboiss). Imam Sahal itu yang tengah selaku founder Blogger Santri <-- itung aja ini sebagai promosi.

Oh iya ini sudah awal tahun 2017, Selama di jogja baru tahun ini mencoba menikmati ramainya jogja saat tahun baru di salah satu pusat keramaian di Jogja. Yakni di titik 0 Km. Tetep tema yang saya sampaikan tentang ramahnya jogja buat pejalan kaki. Ya saya akui kemaren suasana di 0 Km sesak tapi terkondisikan karena tidak adanya kendaraan yang lalu lalang karena arus di alihkan, dan yang ada para pejalan kaki. Di tengah jalan juga bisa untuk leyeh-leyeh selonjoran. 

semua duduk-duduk di tengah jalan
Di tengah jalan para pengunjung bisa duduk santai sambil menunggu pergantian tahun. Jadi ga perlu uyel-uyelan apalagi kalo ditemani sama ehm haha dan cemilan-cemilan, ga terasa tiba-tiba sudah waktunya pergantian tahun.

dokumentasi pribadi
Seperti itulah suasana saat menjelang pergantian tahun di titik 0 Km. Jogja. ramai tapi tetap nyaman. Akhirnya pesta kembang apipun di mulai ini beberapa foto kembang api yang sempat saya abadikan. 


Meriah sekali, dan akhirnya setelah pesta kembang api saya beranjak dari tempat duduk sembari membawa sampah yang saya bawa mulai dari alas duduk, botol minum dan bungkus jajan. Tapi yang sangat di sayangkan masih banyak yang kurang sadar terhadap kebersihan di tempat umum. huhu.

sampah berceceran huhu
Tapi kabar bagus bagusnya untung ada beberapa anak pramuka yang sigap membawa kantong sampah dan membersihkan sampah-sampah yang berceceran di tengah jalan.


Ceritanya, tasku ini kebak sampah, mau nitip sampah yang ada di tasku ini. Mulai botol minuman, alas plastik buat duduk yg kami pake, dan bungkus cemilan yang abis kami makan. Untung ada mereka yang tanggap membersihkan sampah yg banyak tercecer di jalan. Sebagai pengamalan, Dasa Dharma: "Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; Rela menolong dan tabah"

Haha aku dulu kan anak pramuka sekaligus pmr, jadi tentang dasa dharma dan Sapta Prinsip Palang Merah katanya sih ga perlu dihafalkan. Tapi diamalkan dan diresapi

Ya begitulah ceritaku sekilas tetntang keramahan jogja. Semoga bermanfaat.

Yogyakarta, 6 Januari 2017

6 comments:

  1. Saya jadi rindu tahun baruan di jogjaaaa :D

    ReplyDelete
  2. jogja emang dah keren bgt , apalagi alun" utara sama selatan, rame bgt banyk bule' haha.
    mampir jg gan kesini Pariwisata Seru siapa tau butuh info lokasi wisata .

    ReplyDelete
  3. Sudah lama sekali tidak ke Jogja. Pengin ke sana llagi jadinya :(

    ReplyDelete
  4. Di bandung juga nyaman buat pejalan kaki hehe :D

    ReplyDelete
  5. Jogja memang istimewa, saya suka banget kalau liburan ke jogja,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makannya itu disebut dengan DIY hahah

      Delete

terimakasih ^_^