Friday, 5 January 2018

Suatu saat si Bejo melakukan liburan di kampung halaman dengan planning yang matang. Mulai planing A-D, ia lakukan sesuai rencana.

Suatu saat Bejo ingin beranjak ke planning selanjutnya. Berpamitlah ia ke ibu-bapaknya, "buk. Aku ingin ke sini, aku ingin ke situ, ingin ini, ingin itu banyak sekali.. bla bla bla.." dst. Lalu sang bapak menjawab, "jgn dulu, besok masih gini, lusa ada acara gitu, kamu musti gini.. dst". (Bejo pun hanya legowo dan bilang "oh.. oke", disahut sama ayahnya "kalo bukan ayah yang nganterin :-D"). Yang ada di dalam kurung ga ada dlm script.

Planning si Bejo pun ga semulus rencana. Tapi apa daya ketika orang tua yang bersabda.

Bejo lebih memilih ridho orang tua daripada rentetan planningnya yang matang. Bejo melilih ridho orang tua dari pada janji ke rekan-rekannya.

Bagi Bejo ridho orang tua adalah segalanya. Bejo tau betapa besar ridho orang tua keutamaannya dibandingkan ridho pak lurah, gubernur, bahkan presiden.

Bejo selalu ingat pesan kiainya dulu tentang ridho orang tua. Karena Bejo adalah cah pondok.


Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 comments:

Post a Comment

terimakasih ^_^